Sabtu, 14 Juli 2012

Kacang Bogares As Ceria



Kacang Bogares adalah salah satu makanan atau cemilan asli khas tegal, kacang bogares ini diproduksi disalah satu desa dikabupaten tegal yaitu di desa bogares kecamatan pangkah, kacang bogares merupakan cemilan yang tak ada duanya sekali makan akan ketagihan, karena dengan gurih nya yang khas dan cara pembuatannya yang sangat istimewa dan spesial tanpa telor haha
untuk orang yang tak mau makan jajanan atau cemilan yang tak pake minyak dalam penggorengan ( yang berminyak ) inilah solusi dari semua solusi yang ada, yang murah dan higinis, yaitu kacang bogares
kacang bogares memang cocok untuk oleh - oleh khas tegal yang wajib dibawa oleh para wisatawan yang datang ke tegal.
dan untuk wisatawan yang tak bisa langsung ke tegal, saya membuat solusinya agar dimanapun kota anda berada masih bisa merasakan rasa enaknya kacang bogares. dengan cara memesan lewat kami, dan kami siap menerima pesanan 24 jam nonstop dengan satuan kg.
untuk pengin tau caranya langsung saja hubungi no dibawah ini

0858.6682.6244 [Im3] Ahdan ( poci dan kacang bogares tegal )

Minggu, 08 April 2012

POCI TEGAL

Teh memang sudah sejak lama dikenal berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Menurut berbagai penelitian, terdapat Ratusan senyawa dalam teh mulai dari kafein,berbagai jenis antioksidan, dan vitamin yang diketahui bermanfaat bagi tubuh.
Telah banyak bukti penelitian yang mengungkapkan betapa kebiasaan meminum teh akan membuat seseorang tetap sehat dan bugar.
Hasil riset terbarunya adalah bahwa secangkir teh baik untuk otak karena memperlambat kerusakan sel dan menjaga daya ingat tetap tajam di usia tua. Penelitian ini semakin menambah panjang daftar manfaat teh.

Jarum jam hampir menunjukkan pukul 24.00, Kamis (4/8/2011). Namun, seorang pria setengah baya masih saja asyik menikmati teh poci di warung kaki lima di depan sebuah toko di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal, Jawa Tengah. “Kalau belum moci jadi sulit tidur, tidak bisa nyenyak,” ujarnya seraya menuangkan teh dari poci ke cangkir. Malam langsung jadi berbinar.
Pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes yang belakangan memperkenalkan diri dengan nama Heri Susanto (54) tersebut mengaku minum teh poci adalah bagian yang tak terpisahkan dalam ritme kehidupannya sehari-hari. Minum teh poci alias moci sudah dilakoninya sejak tahun 1980-an.
Bagi penikmat teh, menikmati teh dalam poci tidak sekadar menikmati minuman teh yang panas, manis,kenthel (kental), dan wangi, tetapi juga menemukan kehangatan berkumpul bersama teman-teman di tempat lesehan moci. Begitu akrabnya teh poci bagi masyarakat sampai-sampai ada anekdot tentang teh poci, yakni cipok alias moci karo ndopok, artinya minum teh poci sembari ngobrol omong kosong kian kemari.
Bahkan, mantan Wali Kota Tegal Adi Winarso konon setelah berkeliling kota di malam hari sering mampirmoci di lesehan dan berdialog dengan sejumlah komunitas masyarakat Tegal.
Minum teh poci, menurut budayawan Tegal, Atmo Tan Sidik, selalu hadir dalam kehidupan masyarakat dan menjadi simbol kehidupan. “Sering diungkapkan mangan warek, nyandang rapet, turune anget, wedange buket, pasuduluran kraket. Dalam ungkapan itu, yang dimaksud dengan wedang, ya minum teh,” ujarnya.
Demikian nikmatnya menikmati teh poci pun membuat orang tidak menyadari bahwa hari sudah larut malam. “Kadang pukul 02.00 baru tutup, bahkan tidak jarang pukul 03.00,” kata Kholifah (37) yang akrab dipanggil Mbak Ipah, pedagang lesehan di Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal. Kawasan ini populer dikenal sebagai kawasan Tegal Laka-laka.
Harga satu teko (poci) teh poci dengan dua cangkir gerabah berisi gula pasir atau gula batu Rp 3.500-Rp 5.000. Sementara itu, untuk tuangan air kedua atau dalam bahasa Tegal disebut jok, pedagang menyajikannya secara cuma-cuma.
Jangan diaduk
Untuk menikmati sensasi teh poci, ada rahasianya. “Jangan diaduk, ya, gulanya,” ujar Buyung (40), pedagang lesehan di Jalan Letjen Suprapto, Kota Tegal.
Konon, jika gulanya diaduk, justru akan menimbulkan rasa manis yang berlebihan. Sebab, biasanya gula batu atau gula pasir yang disajikan di cangkir melebihi takaran normal. Alasan lain karena panas teh akan mengaduknya sendiri secara perlahan. Aturan ini memang tidak tertulis, tetapi tumbuh secara lisan dan terpelihara di masyarakat.
Menurut sejumlah pedagang, teh poci memang harus dibuat kental agar bisa dituang air mendidih hingga beberapa kali. Penikmat teh poci biasanya akan meminta tambahan air mendidih atau disebut jok untuk poci yang sudah kosong. Untuk satu poci, cukup memasukkan satu bungkus kecil teh seduh seberat 9 gram.
Poci juga harus tersaji panas, dengan menggunakan air mendidih. “Teh poci harus dari air mendidih karena proses senyawa teh dengan tanah sebagai bahan pembuatan poci akan menimbulkan buih,” ujar Nurngudiono, seniman Tegal.
Tak hanya penyajian dan cara menikmati teh poci yang unik. Dalam kepercayaan masyarakat Tegal, minuman dalam poci akan lebih nikmat apabila poci yang digunakan sudah berumur tua. Semakin poci berkerak, semakin mantap rasa teh poci yang dihasilkan. “Kalau dicuci keraknya akan hilang, rasanya jadi hambar,” kata Rasem (52), pedagang teh poci di Jalan Setiabudi.
Tutik (57), pemilik warung Tuti Toyo di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, mengaku pernah menggunakan poci berusia lebih dari 15 tahun. Saat itu, ia masih mengelola Warung Pian, salah satu warung tertua di Tegal (berdiri pada 1926), yang sebelumnya dikelola oleh mendiang suaminya, Toyo.

Bagaimana dengan teh poci, Sudahkah anda merasakan khasiatnya???


Ayo saatnya kita untuk mencobanya dengan membeli beberapa produk poci dari kami
dengan berbagai merk sebagai berikut :

Tea Set Poci Tanah Merk Tong Tjie
Tea Set Poci Tanah Merk Teh Cap Poci
Tea Set Poci Tanah Merk 2 Tang
Tea Set Poci Tanah Merk Teh Gopek
Tea Set Poci Tanah Cap Oleh - Oleh Khas Tegal
Tea Set Poci Tanah Cap Tegal Bahari




##MEMBUAT TEH POCI
Bahan.
1.Air mendidih
2.Teh tubruk/ Teh Poci (lebih Metching kalu pake teh asli slawi tegal)
3.Gula Batu
Cara Membuat:
Masukkan semua bahan kedalam POCI (komposisi menurut selera)
Tunggu sebentar….& siap disajikan. Simple Bukan????

Apa lagi dengan ditemani tempe goreng setengah matang yang sering disebut dditegal tempe mendoan...
wuuuuuuuuuuuah asyik rasanya dan dengan memandang indahnya malam bersama bintang-bintang.
:)

link kaskus kami
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9788017

kontak 0858.6682.6244 [im3]

Minggu, 01 April 2012

Telur Asin

Penjualan Telur Asin


Kode TAP
Telur asin Panggang dengan kode TAP dengan harga yang sangat terjangkau, dengan isi per dus belum termasuk ongkos kirim :
Isi 6   = Rp   24.000
Isi 10 = Rp   40.000
Isi 15 = Rp   60.000
Isi 20 = Rp   80.000
Isi 25 = Rp 100.000
Isi 50 = Rp 200.000






Kode TAR
Telur asin rebus dengan kode TAR dengan harga yang sangat terjangkau, dengan isi per dus belum termasuk ongkos kirim :
Isi 6   = Rp   21.000
Isi 10 = Rp   35.000
Isi 15 = Rp   52.500
Isi 20 = Rp   70.000
Isi 25 = Rp   87.500
Isi 50 = Rp 175.000





Manfaat Telur Asin :
Dalam proses pembuatannya telur asin memiliki unsur seni, dalam hal nilai gizi telur asin adalah gudangnya..
Orang dewasa dan anak-anak banyak yang menggemari makanan khas Indonesia ini. Mereka mengonsumsi telur asin baik sebagai lauk makanan maupun pelengkap masakan utama. Rasanya yang khas membuatnya diminati banyak orang. Dan memang selain rasanya yang lezat, telur asin mengandung zat-zat gizi yang mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.
Telur yang sering dikonsumsi masyarakat adalah telur ayam dan telur itik. Namun karena baunya yang amis, telur itik jarang digunakan dibandingkan telur ayam. Jarang sekali orang suka makan telur itik goreng karena pertimbangan bau amis.
Sebagai usaha menghilangkan bau amis tersebut telur itik diolah menjadi telur asin. Hal ini memungkinkan karena telur itik memiliki pori-pori kulit telur yang lebih besar, tidak seperti telur ayam. Pori-pori ini menguntungkan saat proses pengasinan karena garam dapat berpenetrasi ke dalam telur itik. Pengasinan telur juga bertujuan untuk mengawetkan dan menciptakan rasa yang khas.
Awet dan membunuh bakteri
———————————-
Menurut Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS, ada dua cara untuk mengasinkan telur itik. Pertama dengan merendamnya dalam larutan garam. Awalnya, kulit telur diamplas supaya pori-porinya lebih terbuka. Setelah itu direndam dalam larutan garam 3-7 hari tergantung keasinan yang dikehendaki. Namun, proses ini memiliki kelemahan, telur hanya berasa asin, tetapi kurang baik keawetannya.
Cara kedua lebih baik, yaitu dengan menggunakan media garam. Cara ini akan menghasilkan cita rasa yang lebih lezat dan warna lebih bagus. “Media garam ini adalah campuran garam, abu gosok, serbuk bata merah dan kadang dicampur sedikit kapur, lalu diberi air. Selanjutnya adonan ini dicampur, dan digunakan untuk membungkus telur dan disimpan di dalam guci, didiamkan seminggu,” papar Prof. Made.
Garam memang memiliki fungsi untuk menciptakan rasa asin sekaligus sebagai bahan pengawet, karena menyerap air dalam telur. “Prinsip pengawetan adalah makin tinggi kadar air, makin tidak awet. Makin rendah air, makin awet. Itulah sebabnya ikan asin akan lebih awet dibanding ikan segar karena sudah digarami,” jelas Prof. Made dari Institut Pertanian Bogor ini.
Begitu juga dengan telur itik yang diasinkan, ada proses keluar masuk air dan garam pada telur. Garam akan masuk dalam pori-pori kulit telur menuju ke putih telur, lalu ke kuning telur. Selanjutnya, garam akan menarik air yang dikandung telur. Ditambah lagi, ion chlor yang ada di dalam garam akan berperan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri dalam telur. Hasilnya, telur akan awet dan bakteri di dalamnya mati.
“Sebenarnya, telur pada dasarnya steril, yang tidak steril adalah kulit telurnya. Begitu keluar dari kloaka unggas, telur masih steril. Namun kontak dengan kotoran akan membuat kulit telur terkontaminasi bakteri,” jelas pria kelahiran Singaraja Bali, 42 tahun yang lalu ini. Itulah sebabnya, sangat dianjurkan sebelum menyimpan telur di lemari pendingin, kulit telur dibersihkan lebih dulu.
Tetap penuh gizi
———————
Telur memiliki beberapa keunggulan, seperti mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat dalam tubuh, dan dapat diolah menjadi berbagai makanan. Proses pengolahan, pada dasarnya memiliki efek menguntungkan dan efek merugikan. Sehingga pengolahan ini dilakukan dengan tidak terlalu merugikan dari segi gizi, tapi juga memberi cita rasa yang baik.
Menurut Prof. Made yang meraih gelar Doktor dari Tokyo University of Agriculture Japan – Jepang ini, di dalam telur asin biasanya kandungan kalsiumnya bertambah. Karena dalam proses pembuatannya, telur asin ini menggunakan media abu dan kapur. “Abu dan kapur merupakan sumber kalsium. Ketika garam masuk ke dalam telur, kalsium pun ikut masuk menembus putih telur dan kuning telur secara perlahan,” ujarnya.
Di dalam telur itik, protein banyak terkandung dalam kuning telur sebanyak 17 persen, dan pada putih telur 11 persen. Protein telur ini mengandung asam amino esensial yang diperlukan tubuh untuk hidup sehat. Jumlah dan komposisi asam amino pada telur sangat lengkap dan berimbang, sehingga dapat digunakan untuk pertumbuhan juga pergantian sel yang rusak.
Begitu juga dengan kandungan lemak, hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat dalam kuning telurnya. Lemak pada telur ini terdiri dari trigliserida, fosfolipida, dan kolesterol. Fungsinya tentu sebagai sumber energi. “Apalagi, lemak dalam telur tergabung dengan air sehingga lebih mudah dicerna baik oleh bayi, anak-anak, dan lanjut usia,” ujar Prof. Made.
Selain itu, telur terutama bagian kuningnya mengandung hampir semua vitamin, kecuali vitamin C. Telur juga mengandung sumber mineral serta vitamin D alami kedua terbesar setelah minyak hati ikan hiu. Mineral penting juga terkandung dalam telur di antaranya adalah besi, fosfor, kalsium, tembaga, iodium, magnesium, mangan, kalium, natrium, seng, klorida, dan sulfur.
Namun, ada beberapa vitamin memang turun setelah diasinkan. “Contohnya vitamin A yang terdapat dalam kuning telur,” ujar Prof. Made. Kandungan vitamin ini turun karena rusak akibat terpengaruh proses penggaraman. Vitamin memiliki sifat tertentu, seperti tidak boleh terkena panas, tidak boleh kena udara, tidak boleh berada dalam suasana yang terlalu asam, terlalu basa, dan sebagainya.
“Nah, dalam proses pengasinan ini, garam membuat suasana yang tidak cocok dengan vitamin A, sehingga kandungannya turun,” jelas Prof. Made. Vitamin memiliki sifat yang sensitif terhadap garam jika garamnya terlalu tinggi. Namun, di samping semua itu, dibanding telur itik segarnya, hampir tidak ada perubahan nilai gizi yang berarti akibat proses pengasinan.
Jangan kolesterol fobia
—————————-
Kandungan kolesterol dalam telur seringkali ditakuti oleh banyak orang. “Katanya, telur itik itu kolesterolnya menakutkan,” ujar staf pengajar dan kepala laboratorium biokimia pangan dan gizi IPB ini. Padahal pada dasarnya, kadar kolesterol telur itik dan telur ayam sama saja. Kandungan kolesterol dalam telur sekitar 200 mg per butir, sedangkan kebutuhan kolesterol manusia berkisar 1000-1500 mg per hari.
Mitos yang berkembang dan ditakuti oleh banyak orang, telur sering dikaitkan dengan kolesterol dan penyakit jantung. Padahal kolesterol lebih terpengaruh oleh pola makan sehari-hari, bukan jenis makanan tertentu. “Dengan perbandingan kandungan kolesterol telur dan kebutuhan kolesterol tubuh kita per hari, jika kondisi kolesterol kita normal, makan telur asin pun tidak masalah,” jelasnya.
Ditambahkan Prof. Made, jangan sampai orang fobia terhadap kolesterol sehingga fobia juga terhadap telur. Kolesterol diperlukan dalam metabolisme tubuh. Kegunaannya pun banyak, seperti membentuk garam empedu untuk pencernaan lemak yang berasal dari makanan, sebagai komponen dalam otak, serat saraf, hati, ginjal, dan kelenjar adrenalin.
Kolesterol juga dibutuhkan untuk pembentukan hormon steroid yaitu progesteron, estrogen, testosteron, dan kortison. Hormon ini berfungsi untuk mengatur fungsi dan aktivitas biologis tubuh. Jika kolesterol kurang, dapat mengganggu kesuburan dan menyebabkan kemandulan pada pria maupun wanita.
“Jangan melarang anak-anak makan telur karena mereka butuh kolesterol untuk kecerdasan,” tegas Prof. Made. Selain itu, menurut Prof. Made, tidak ada publikasi ilmiah yang menyebutkan bahwa telur menyebabkan penyakit jantung. Penyakit jantung koroner lebih disebabkan oleh gangguan metabolisme lemak dalam tubuh.
Yang perlu diwaspadai adalah kadar garam yang cukup tinggi dalam telur asin. Sehingga konsumsi garam yang berlebihan terus menerus, dapat berdampak buruk bagi tekanan darah dan menimbulkan hipertensi. “Yang harus waspada adalah orang-orang yang sudah memiliki indikasi kolesterol tinggi, juga memiliki gejala hipertensi,” jelas Prof. Made.
Namun, bagi yang tidak berkolesterol tinggi, mengonsumsi telur banyak manfaatnya karena kandungan gizinya yang lengkap. “Buktinya, telur diberi suhu 37 derajat Celcius, akan menetas. Ini bukti bahwa di dalam telur terkandung nutrisi yang lengkap sehingga memungkinkan telur menetas,” tambahnya.
Unsur seni
Alasan disebutnya telur asin sebagai seni, menurut Prof. Made, karena dibanding dengan faktor kesehatan, telur asin lebih dibuat untuk keragaman makanan. Sehingga tujuannya adalah seni, dan ternyata seni ini penuh akan gizi.
Telur asin yang enak dan bagus adalah jika dibelah ada bagian minyak di dekat kulitnya. Kuning telur berwarna bagus, kuning terang agak kemerahan. Putih telurnya pun berwarna putih kekuningan. “Sering putih telur berwarna putih kebiruan. Itu tandanya komposisi adonannya tidak tepat,” ujarnya.
Telur asin yang bagus jika kuning telurnya di tengah, bukan di pinggir. Sebenarnya, ini pengaruh dari umur telur. Kalau telur yang baru dipakai, cenderung kuning telurnya di tengah. Jika telur lama, pori-pori akan membuat air masuk sehingga udara pun banyak yang masuk, kantung udara pun membesar, sehingga posisi kuning telur bergeser ke pinggir.
Indikasi lainnya, telur asin yang bagus di pinggir kuning telurnya terdapat warna kebiruan. Minyaknya ada di bagian luar telur, sehingga ketika telur dilepaskan dari kulitnya, tidak lengket. Selain tujuan seni, telur asin juga dibuat untuk tujuan pengawetan.